Jumat, 28 April 2017

Basis Data

 
  • SISTEM FILE DAN SISTEM BASIS DATA 
 
Perbedaaan File Based System dengan Sistem Basis Data
Pada saat ini aplikasi basisdata sudah digunakan di kehidupan sehari-hari, seperti pembelian di supermarket, pembelian dengan kartu kredit, pemesanan hotel melalui biro perjalanan, penggunaan pada perpustakaan, penggunaan internet, dll.
Penggunaan basisdata yang tradisional adalah File-Based System. Menurut Thomas M. Connolly (2002, p7) pengertian dari File-Based System adalah kumpulan program aplikasi yang menyajikan service kepada pemakai seperti pembuatan laporan. Setiap program akan mendefinisikan dan mengontrol masing-masing data program itu sendiri. Tetapi aplikasi File-Based System mempunyai banyak kelemahan, contohnya :
ƒ
Data yang terpisah-pisah
Data yang terisolasi pada file berbeda mengakibatkan semakin sulitnya pengaksesan terhadap data tersebut.
ƒ
Duplikasi data
Karena  setiap  programmer  membuat  file  dan  aplikasi  dalam  jangka waktu yang lama, variasi file memiliki format yang berbeda dan kemungkinan   program   tersebut   ditulis   oleh   bahasa   program   yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kemungkinan informasi yang sama dapat berada pada beberapa file.

ƒKetergantungan data
Seperti yang telah disebutkan di atas, struktur fisik dari file data dan record didefinisikan   pada   kode   aplikasi.   Hal   ini   mengakibatkan pengubahan dari struktur yang telah
ada menjadi sulit dilakukan.

ƒFormat data yang tidak kompatibel
Karena struktur file tersimpan pada program aplikasi, struktur tersebut menjadi tergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan.

ƒFixed query/proliferation of application programs.
Dibandingkan dengan sistem manual, file-based system menawarkan sistem yang lebih baik, tetapi seiring dengan perkembangan akan muncul permintaan-permintaan query baru. Hal ini membutuhkan pembuatan program tambahan untuk dapat menjalankan query tersebut. Hal ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan sehingga dapat menurunkan efektifitas dari sistem.

Dengan adanya kekurangan dari File-Based System, maka dibuatlah sistem basisdata yang merupakan pendekatan baru yang dibutuhkan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Salah satu dari sistem basisdata adalah Database dan Database Management System (DBMS).


Pengertian Database
Pengertian database menurut Thomas M. Connolly (2002, p14) adalah kumpulan data yang saling berhubungan secara logical, dan keterangan mengenai data itu, yang dibuat untuk menemukan informasi yang dibutuhkan

oleh sebuah organisasi.  Database yang tunggal dapat digunakan oleh berbagai pengguna atau bagian dalam waktu yang bersamaan.
Menurut C. J. Date (2000, p10) database adalah kumpulan data persistent yang digunakan oleh sistem aplikasi dari perusahaan tertentu. Persistent maksudnya adalah sekali data telah diterima oleh DBMS untuk dimasukkan ke dalam database, data tersebut hanya bisa dihapus dari database dengan menggunakan permintaan eksplisit ke DBMS.
Sistem Basisdata adalah sistem penyimpanan rekaman atau record yang terkomputerisasi di mana tujuan sebenarnya adalah menyimpan informasi dan membuat informasi tersebut selalu tersedia pada saat dibutuhkan


  • BASIS DATA
 
Basis Data itu bisa digambarkan dalam kehidupan sehari-hari seperti saat kita memiliki buku agenda yang isinya daftar kegiatan yang akan kita lakukan dan kita tuliskan di agenda. Jadi kumpulan kegiatan-kegiatan dalam agenda tersebut itu sepeti Basis Data dan masing-masing kegiatan itu seperti Data. Jadi, bisa diartikan bahwa ;
1. BASIS DATA adalah kumpulan data yang saling berhubuangan / berkaitan antara data yang satu dengan data yang lainnya yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik yang diorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik dengan konsep basis data pengaturan dan mudah dalam pencarian.
a) Istilah-istilah Basis Data
Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
• Entititas
Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
Contoh pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
• Field
Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang
Contoh siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
• Record
Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
Contoh Kumpulan atribut NPM, Nama, dan jurusan berisikan “43214431”, Eka, Akuntansi Komputer.
• Data Value
Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut
disebut nilai data.
• Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,
tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
2. DBMS (Data Base Management System)
DBMS (Data Base Managent System) adalah suatu perangkat lunak yang digunakan dalam pengaksesan database. Secara fungsi Data Base Management System (DBMS) memiliki fasilitas pengintegarsian, penghubung, dan memelihara basis data.
Jadi Data Base Management System (DBMS) : Seluruh peralatan computer (Hardware+Software+Firmware). Data Base Management System (DBMS) dilengkapi dengan bhs yang bertujuan pada data (High level data language) yang kerap dimaksud juga untuk bhs generasi ke 4 (fourth generation language).
a) Fungsi DBMS (Data Base Management System)
Macam-macam DBMS yang sangat populer seperti Oracle, Microsoft SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, IBM DB2, dan masih banyak lagi. Perangkat lunak komputer ini merupakan untuk pengolahan data dan sebagai interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam melakukan manipulasi terhadap database.
DBMS memiliki 10 fungsi dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data dalam suatu sistem.
• Menjaga Integritas Data
DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan data aslinya.
• Penyimpanan Data (Data Storage Management)
DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini dan memastikan data yang disimpan adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.
• Kamus Data
DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika sistem membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan kemudahan melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menangani hal tersebut.
• Transformasi dan Penyajian Data
DBMS sebagai transformasi dan penyajian adalah setiap data yang masuk sudah terorganisasi sesuai struktur dan format yang telah ditentukan, sehingga DBMS dapat membedakan format data logical dan bentuk physicalnya
• Keamanan Data
Karena DBMS dapat diakses oleh beberapa user DBMS memiliki peran yang penting untuk menjaga database. DBMS yang bertugas yang mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user terhadap database.
• Memungkinkan Akses Beberapa User
DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database, hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu sesuai dengan role dan fungsinya.
• Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery
DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada databasenya seperti kerusakan.
• Menyediakan bahsa akses dan pemograman
DBMS memiliki SQL yaitu DML DAN DDL yang berfungsi untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada database dengan ini memudahkan dalam mengambil, menghapus dan mengubah data yang ada didatabase dengan menggunakan interface yang ada.
• Menyediakan interface untuk komunikasi
Karena dalam basisdata memiliki hubungan yang berkaitan satu sama lain, jadi database harus ada interfacenya untuk menghubungkannya dan memudahkan komunikasi antara database dengan tool lainnya seperti browser.
• Manajemen Transaksi
DBMS memiliki pengaturab transaksi dan perintah antara DBA a yang mengakses dengan data yang asa dalam DBMS agar berjalan sesuai perintah.
b) Komponen Data DBMS (Data Base Management System)
Satu DBMS (Data Base Management System) umumnya memiliki sebagian komponen fungsional (modul) seperti :
• File Manager, yang mengelola area dalam disk serta susunan data yang digunakan untuk merepresentasikan info yang tersimpan dalam disk.
• Database Manager, yang sediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram aplikasi serta query yang didapatkan ke system.
• Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang bisa dipahami oleh database manager.
• DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bhs induk.
• DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini lalu disimpan dalam kamus data.
c) Macam-Macam DBMS (Data Base Management System)
Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :
• MySQL
MySQL merupakan perangkat lunak system manajemen basis data SQL dengan keuntungan multithread, multi-user. MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Kelebihan MySQL antara lain :
 free (bebas didownload)
 stabil dan tangguh
 fleksibel dengan berbagai pemrograman
 Security yang baik
 dukungan dari banyak komunitas
 kemudahan management databasemendukung transaksi
 perkembangan software yang cukup cepat.
• Oracle
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
 Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
 Menangani manajemen space dan basis data yang besar
 Mendukung akses data secara simultan
 Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
 Menjamin ketersediaan yang terkontrol
 Lingkungan yang terreplikasi
Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.
• Firebirh
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama-sama dikembangkan oleh Borland.
Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server yang FREE.
• Microsoft SQL server 2000
Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server.
• Visual Foxpro 6.0
Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.
• Database Desktop Paradox
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.
3. Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database)
Sistem basis data adalah kumpulan file dari beberapa data yang saling berhubungan dan Data Base Management System (DBMS). Komponen tersebut yaitu ;
• Perangkat Keras (Hardware)
Perangakat keras yang terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk.
• Sistem Operasi (Operasi System)
Program yang mengfungsikan sistem komputer yang melakukan oprasi-oprasi dalam komputer dalam computer. Sistem operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.
• Basis Data (Database)
Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperti file.
• Management System (DBMS)
Karena basis data meggunakan data elektonis jadi pengolahannya basisnya pastinya menggunakan sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS.
• Pemakai (User)
Basis data akan bekerja bia ada yang menjalankannya, yang disebut User (pengguna) dan User dapat berinteraksi dengan basis data menggunakan bahasa pemograman.
• Aplikasi lain (Pendukung)
Aplikasi pendukung ini sebagai penunjang aplikasi pendukung untuk sistem basis data lebih bekerja maksimal.
• Network
Komputer yang dihubungka antara kabel dan computer sehingga computer satu dan yang lain dapat saling berkomunikasi.
Perbandingan Manajemen File SBD dan Manajemen File Tradisional
• Manajemen File SDB
Kelebihan :
a. Cepat dan mudah
Karena kemampuan dapat mengelompokan secara otomatis. Maka informasi akan lebih cepat dan mudah.
b. Dipakai secara bersamaan
Saat memerlukan data yang diperlukan lebih banyak tidak perlu dicatat satu persatu cukup dengan satu basis data.
c. Pemusatan control, data
Karena hanya memerlukan satu basis data, jadi pemusatan kontol data hanya pada satu tempat.
d. Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan basis data dapat mengelompokan dan setiap ada basis data yang berbeda tidak perlu membuat basis data yang berbeda sehingga dapat menghemat tempat penyimpanan.
e. Keakuratan (Accuracy)
Dengan aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara data. Jadi dapat menekan keakuratan dalam pemasukan / penyimpanan data.
f. Keamanan (Security)
dengan dilengkapi nya dengan fasilitas manajemen pengguna (User) deiberikan hak akses yang berbeda-beda sesuai pengguna dan posisinya.
g. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
Dengan adanya Basis data pembuat akan dengan mudah memanfaatkan kemampuan dari DBMS.
h. Pemakaian secara langsung
Dengan tool yang disediakan oleh DBMS maka memiliki fasilitas untuk melihat data secara lansung yang biasanya menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli atau database administrator.
i. Kebebasan data (Data Independence)
Bila ada perubahan dalam basis data, perubahab ini hanya perlu dilakukan dalam level DBMS tanpa harus membongkar kembali pogram aplikasinya.
j. User view
Basis data menyediakan pandangan yang berbeda sesuai yang kita butuhkan. Tetapi tetap dengan pengamanan hak yang diberikan oleh DBMS kepada user dalam mengaksesnya.
Kekurangan :
a. Lebih mahal
Basis data memerlukan sumber daya yang lebih tinggi dan juga dari segi perawatan.
b. Proses back up cukup memakan waktu
Dengan basis data yang mencangkup banyak file, maka jika dilakukan back up akan menghabiskan waktu.
c. Tedapat kerusakan pada 1 file yang lain maka tidak ada cadangan
Karena dalam basis data setiap data memiliki keterkatan / hubungan maka kesalahan yang terjadi pada 1 file maka akan berpengaruh pada file yang lain dan file tersebut tidak memiliki cadangan.
d. Sistem lebih rumit
Dengan sistem basis data yang sangat kompleks, sehingga tidak semua orang dapat menanganinnya.
• Manajemen file tradisional
Kelebihan :
a. Tersedianya cadangan file
Penyimpanan File secara tradisional masih menggunakan masing-masing bagian dan tidak ada keterkaitan antra data yang satu dengan yang lain, maka jika file satu sedang mengalami kerusakan file yang lain masih tetap berjalan.
b. Biaya lebih murah
File tradisional tidak memerlukan banyak biaya apalagi biaya prawatan karena penyimpanannya sederhana sehingga biayanya tidak terlalu murah dan tidak perlu perawatan yang khusus.
Kekurangan :
a. Data rangkap / redudasi data
b. Data tidak konsisten / inkonsistensi data
c. Program oriented
d. Keamanan tidak terjamin.
  • Lingkungan Basis Data
Kemarin kita sudah mengetahui alasan-alasan tentang mengapa kok sistem basis data. Banyak keuntungan yang telah kami paparkan pada postingan minggu kemarin. Salah satunya kenapa menggunakan basis data adalah karena memang memudahkan kita dalam mengolah data yang sangat banyak, serta lebih efisien. Nah Pada kali ini kita akan belajara apa saja sih yang ada di basis data, bagaimana sih sistem basis data itu bekerja?
Kita akan bahas satu persatu karena kita belajar basis data kita akan banyak berurusan dengan data dan informasi. data adalah sebuah kumpulan kode yang masih mentah dan belum dapat dipahami, sedangkan dengan informasi kumpulan data yang sudah diolah dan dapat di pahami.
Sistem basis data merupakan konfigurasi dari beberapa aspek yang terintegrasi dalam suatu lingkungan yang disebut dengan
lingkungan basis data.lingkungan basis data mencakup beberapa hal yaitu :
  • Arsitektur sistem basis
  • Komponen sistem basis data
  • Database management system
  • Language/ bahasa basis data
  1. Arsitektur

    Arsitektur dari sistem basis data merupakan bentuk dari konfigurasi dari sistem-sistem yang terintegrasi. Struktur dari sistem basis data yang telah kita buat akan mempengaruhi bagaimana user berinteraksi dengan sistem.
    Ada beberapa tipe arsitektur sistem basis data, yaitu :
    1. Sisem Terpusat : Sistem ini memungkinkan data pada basis data diakses lebih dari satu orang dapat dikatakan mendukung untuk multiuser. Sistem ini memiliki sebuah server dan beberapa terminal. Jadi user hanya dapat mengakses dari terminal tersebut.kelemahannya adalah beban server menjadi berat, karena semua apliikasi diletakkan diserver. Jika terjadi overload maka kerja server akan lebih berat dan menghabiskan memori yang lebih besar untuk melakukan aktivitas ini.
    2. Sistem Standalone : Merupakan sistem tunggal yakni hanya ada satu user yang dapat, pada sistem ini aplikasi dan basisdatanya disimpan pada komputer yang sama, sistem ini adalah sistem yang paling sederhana dari sistem yang lain.
    3. Sistem client-server : Sistem ini hampir sama dengan sistem terpusat. Namun agak berbeda aplikasi dan basis data ditempatkan pada tempat yang berbeda, sehingga kerja serever tidak terlalu berat. Di server hanya terdapat basis data, aplikasinya berada dipihak client. Karena menggunakan sistem client bukan terminal makan lalulintas untuk transfer data akan sedikit lebih efisien dibandingkan dengan terminal. dengan sistem ini berbagai user dapat mengakses tanpa harus melalui terminal tersebut. Client berusaha untuk memproses data dengan sendirinya. Jika terdapat suatu proses yang melibatkna data yang tersimpan pada sistem basis dat maka client akan mengirim request ke server untuk kemusian diberikan data tersebut.

  • Komponen Sistem Basis data

    Ada beberapa komponen basis data disini :
    1. Data adalah integrasi data atau berkas yang ada pada basis data saling terkait. serta dapat dibagi artinya dapat dipakai oleh sejumlah pengguna dalam waktu yang bersamaan.
    2. Hardware merupakan perangkat keras komputer beserta komponen-komponen yang terintegrasi pada komputer meliputi memori, cpu, storage. hardware ini adalah yang menjadi media dalam membuat sistem basis data.
    3. Software merupakan perangkat lunak yang menjadi interface antara pengguna dan sistem basis data. Software disini ada 3 kategori :
      • Sistem operasi digunakan untuk melakukan interaksi pengguna dengan sistem basis data dan sistem komputer. Contohnya Windows, Machintos, Linux dll.
      • DBMS (database management system) inilah yang digunakan untuk jembatan/ interface antara user dengan sistem basis data. Melalui DBMS ini user dapat melakukan pengaturan, konfigurasi sistem basis datanya.Contohnya dari DBMS adalah MySQL, Oracle, Ms Access, Microsoft SQL Server, XBase dll.
      • Program Aplikasi merupakan aplikasi tambahan untuk memudahkan user untuk mengatur sistem yang telah mereka buat.
    4. User merupakan orang siapapun orangnya yang dapat mengakses dan melakukan manipulasi sistem basis data. User basis data dibedakan menjadi beberapa kategori berikut:
      • Database Administrator (DBA) : Seorang ahli dalam mengembangkan, menyediakan dan mengamankan sistem basis data. Bertugas mengawasi secara keseluruhan dari aktivitas sistem basis data. Berikut adalah beberapa tugas dari seorang administrator :
        • perencanaan basis data : mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan data yang dibutuhkan oleh seorang manajer bisnis.
        • implementasi basis dara : pembuatan sistem basis data mulai dari membuat tabel tabel data, index, membuat sistem penyimpanan dll.
        • operasi basis data : menyediakan operasi-operasi yang dibutuhkan.
        • Sistem keamanan : mengamankan data yang tersimpan dalam sistem
      • Programer : seorang ahli yang memiliki kemampuan berinteraksi dan melakukan manipulasi sistem dengan menggunakan bahasa query atau yang disebut dengan data manipulation language (DML)
      • End User : pengguna akhir pengguna yang hanya mengakses data yang telah di sediakan oleh seorang admin dan programer. End user tidak mau tau bagaimana sistem dibuat dan di maintanence.
    DBMS (Database Management System)
    Yang lebih familiar disebut dengan DBMS, merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data, melalui perangkat lunak ini kita juga dapat melakukan kontrol, membuat, memelihara dan mengakses basis data secara efektif dan efisien. Intinya DBMS adalah menjembatani user untuk berhubungan langsung dengan basis data. Layanan yang disediakan oleh DBMS :
    1. Data sharing : data yang ada dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa user Dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dapat dilakukan karena DBMS memiliki layanan Multi User. Dengan fitur ini user dapat melakukan manipulasi data secara bersama-sama dengan user lain sehingga pekerjaan akan lebih cepat.
    2. Integritas data : Memudahkan untuk mengontrol dan meminimalisir duplikasi data.
    3. Independensi : Data bersifat independen artinya tidak tergantung dengan suatu program tertentu.
    4. Keamanan/ Security : Kita dapat mengatur siapa saja yang boleh mengakses data, apa saja yang dapat diakses oleh user. Sehingga data-data dapat teratur dan terjaga kerahasiaannya oleh orang-orang tertentu.
    5. Backup and Recovery :
      Fitur ini sangat penting jikalau terjadi masalah sistem dan data secara tidak sengaja terhapus oleh sistem karena kegagalan akses. Fitur ini dapat memulihkan basis data dengan cara membuat cadangan data yang penting.
    6. Data Dictionary :
      Merupakan suatu kumpulan dari data yang berisi definisi-definis dari data yang tersimpan di basis data. fitur ini digunakan untuk memelihara definisi-definisi data secara rinci pada sistem basis data.
    Bahasa Basis Data
Untuk berinteraksi dengan DBMS, kita menggunakan suatu bahasa yang disebut dengan bahasa basis data, salah satu bahasa basis data adalah bahasa query. Dengan bahasa query ini kita dapat melakukan manipulasi data, membuat tabel dll. contoh bahas query yang sedang umum digunakan adalah SQL (Structure Query Language), Dbase dll.
Bahasa ini dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. Data Definition Language (DDL) Merupakan bahasa basis data yang berfungsi untuk mendefinisikan atau membuat struktur basis data. Misalnya untuk membuat sebuah database, mengaktifkan database, login server, membuat table, membuat field dll. DDl digunakan untuk maintanance database. contoh keywordnya adalah create digunakan untuk membuat objek baru, alter digunakan untu modifikasi objek.
  2. Data Manipulation Language (DML) Merupakan bahasa yang digunakan untuk melakukan manipulasi data dari basis data, seperti memasukkan data, menghapus data, menampilkan data atau mengubah data dll. contohnya insert into, update, delete.
    Bahasa manipulasi data (data manipulation language) dibagi menjadi dua, yaitu :
    • Prosedural : user menentukan data mana yang diinginkan, user juga menentukan algoritmanya bagaimana cara mendapatkannya. Artinya user menggunakan algoritma tertentu dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi untuk membantu mengambil data dari basis data.
    • non-prosedural : user menentukan data mana yang diinginkan tanpa menentukan bagaimana cara untuk mendapatkannya.

  • Perkembangan Database di Era Globalisasi

Perkembangan Database di Era Globalisasi

Perkembangan database di Era Globalisasi sangatlah berpengaruh dalam kehidupan manusia. Saat ini database berkembang sangat pesat. Banyak bentuk-bentuk yang dulu hanya mempunyai teknologi sebagai tempat penyimpanan data yang terdiri dari dari field, record, dan diolah serta ditampilkan menjadi informasi dalam berbagai format tampilan yang sederhana tersebut maka didapatkan suatu metoda untuk menampilkan suatu database yang berguna untuk menganalisa data untuk suatu keperluan tertentu. Database berupa kumpulan - kumpulan informasi yang di simpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari Database tersebut. Prinsip utama database adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Istilah database mengacu pada koleksi dari data – data yang saling berhubungan dan perangkat lunaknya mengacu pada system manajemen database. Seringkali database digunakan oleh administrator dan programmer dalam perkembangan ilmu informasi karena database dapat mengantisipasi kebutuhan guna menganalisa data secara cepat untuk membantu mendapatkan keputusan dalam suatu aplikasi atau organisasi. Konsep dasar dari database berupa kumpulan dari catatan- catatan atau potongan – potongan dari berbagai pengetahuan. Catatan – catatan yang mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industry yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi, dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Adapun ciri – ciri database, diantaranya:
1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
2. Data dalam jumlah besar.
3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
Dalam pengembangan database di perusahaan, Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen database. Secara umum, maka setiap pengguna database memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya. Dalam database secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL), Bahasa yang digunakan dalam mendefinisikan struktur atau kerangka dari database, di dalamnya termasuk record, elemen data, kunci elemen, dan relasinya
2. Data Manipulation Language (DML), Bahasa yang digunakan untuk menjabarkan pemrosesan dari database,fasilitas ini diperlukan untuk memasukkan, mengambil, mengubah data. DML dipakai untuk operasi terhadap isi database Ada 2 jenis DML :
a. Procedural DML, digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.
b. Non Procedural, digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.


Software - Software Terbaru yang Mendukung Database

Perangkat lunak database yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat database aras tinggi (high level):
• Db2
• Microsoft SQL Server
• Oracle
• Sybase
• Interbase
• XBase
• Firebird
• MySQL
• PostgreSQL
• Microsoft Access
• dBase III
• Paradox
• FoxPro
• Visual FoxPro
• Arago
• Force
• Recital
• dbFast
• dbXL
• Quicksilver
• Clipper
• FlagShip
• Harbour
• Visual dBase
• Lotus Smart Suite Approach
Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman database aras rendah (low level), diantaranya:
• Btrieve
• Tsunami Record Manager
• Record didalam database diartikan sebagai kumpulan identitas dari suatu objek. Kumpulan dari beberapa fiaeld tentang satu objek. Misalnya database tentang mobil, masing masing mobilmemiliki satu record yang datanya di simpan didalam berbagai field. Record dapat disingkat “R”, kumpulan identitas dari suatu objek, kumpulan dari beberapa field tntang satu objek.
• File adalah arsip yang disimpan dalam suatu media yang terdiri dari kumpulan karakter –karakter dan didokumentasikan dalam bentuk data digital oleh computer.
• Field dalam database diartikan sebagai identitas spesifik dari sebuah objek. Adapun istiah – istilahnya :
1. Field Length : Panjang dari suatu field, jumlah karakter atau bit yang dapat dimuat dalam sebuah field.
2. Field Engineer : Sebutan bagi teknisi yang dikirimkan perusahaan komputer untuk memperbaiki hardware.
3. Field Replaceable Unit : Komponen perangkat keras yang mampu diambil dan dipindah tempat (onsite).
4. Field Programmable Gate Array ( FPGA ) : Salah satu CPU untuk keperluan khusus.
5. Field Programmable Logic Array : Array logika yang terkait dengan gate logika yang dapat di program kembali sebagai satu kesatuan.


Lingkungan Database di Era Globalisasi

Lingkungan Database terdapat 3 tingkat dalam arsitektur, yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik. 3 tingkatan arsitektur basis data :
1. Tingkat Eksternal (External Level). Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap database. Pada tingkat ini menggambarkan bagian database yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Tingkat eksternal terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari sebuah database. Masing-masing pemakai mempresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut, dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan saja. Contoh : view dari mahasiswa, view dari mata kuliah.
2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level). Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap database. Pada tingkat ini menggambarkan data yang disimpan dalam database dan hubungan antara datanya. Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual adalah :
a. semua entitas beserta atribut dan hubungannya.
b.batasan data.
c. informasi tentang data.
d. keamanan dan integritas informasi.
Semua cara pandang pada tingkat eksternal berupa data yang dibutuhkan oleh pemakai harus sudah tercakup di dalam tingkat konseptual atau dapat diturunkan dari data yang ada. Deskripsi data dari entitas pada tingkat ini hanya terdiri dari jenis data dan besarnya atribut tanpa memperhatikan besarnya penyimpanan dalam ukuran byte. Contoh : entity, relationship, tipe data dan constraint.
3. Tingkat Internal (Internal Level). Tingkat internal merupakan perwujudan database dalam komputer. Pada tingkat ini menggambarkan bagaimana database disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan/physical storage. Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
b. Deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen Contoh :
 organisasi file secara sequential, raltive atau index sequential.
 penempatan record.
 penempatan data dan teknik encryption.

  • Peranan database dan DBMS dalam bidang psikologi
DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Contohnya :
a.    Seorang psikolog yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula. Sebagai profesi pasti memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat dilanggar, begitu pun psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode etik nya adalah menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam database membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti yang telah dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah keamanan data terjamin, mengurangi kerangkapan data.
b.    Tes kepribadian yang terdapat di jejaring sosial seperti facebook. Misalnya seorang psikolog yang membuat tes kepribadian melalui facebook. Dia membuat pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu sebelum tes tersebut di publish ke facebook. Dia membbuat data tersebut dalam sistem database, contohnya sebuah pertanyaan mengenai pilhan warna. Setiap warna memiliki arti yang berbeda yang menggambarkan kepribadian. Dia memasukkan data mengenai berbagai macam warna beserta gamabran kepribadian berdasarkan warna tersebut. Jika sudah semua data dimasukkan dalam sistem database dan DBMS kemudian di publish ke jejaring sosial. Jika seseorang mencoba tes kerpibadian tersebut dantelah memilih jawaban dari salah satu warna, maka data yang di dalam databse akan terpanggil dan akan muncul hasilnya yakni gambaran kepribadian dari warna ynag telah dipilih oleh orang tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar