- SISTEM FILE DAN SISTEM BASIS DATA
Perbedaaan File Based System dengan Sistem Basis Data
Pada saat ini aplikasi basisdata sudah digunakan di kehidupan
sehari-hari, seperti pembelian di supermarket, pembelian dengan kartu
kredit, pemesanan hotel melalui biro perjalanan, penggunaan pada
perpustakaan, penggunaan internet, dll.
Penggunaan basisdata yang tradisional adalah File-Based System. Menurut
Thomas M. Connolly (2002, p7) pengertian dari File-Based System adalah
kumpulan program aplikasi yang menyajikan service kepada pemakai seperti
pembuatan laporan. Setiap program akan mendefinisikan dan mengontrol
masing-masing data program itu sendiri. Tetapi aplikasi File-Based
System mempunyai banyak kelemahan, contohnya :
ƒ
Data yang terpisah-pisah
Data yang terisolasi pada file berbeda mengakibatkan semakin sulitnya pengaksesan terhadap data tersebut.
ƒ
Duplikasi data
Karena setiap programmer membuat file dan aplikasi dalam jangka
waktu yang lama, variasi file memiliki format yang berbeda dan
kemungkinan program tersebut ditulis oleh bahasa program
yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kemungkinan informasi yang sama
dapat berada pada beberapa file.
ƒKetergantungan data
Seperti yang telah disebutkan di atas, struktur fisik dari file data dan record didefinisikan pada kode aplikasi. Hal ini mengakibatkan pengubahan dari struktur yang telah
ada menjadi sulit dilakukan.
ƒFormat data yang tidak kompatibel
Karena struktur file tersimpan pada program aplikasi, struktur tersebut
menjadi tergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan.
ƒFixed query/proliferation of application programs.
Dibandingkan dengan sistem manual, file-based system menawarkan sistem
yang lebih baik, tetapi seiring dengan perkembangan akan muncul
permintaan-permintaan query baru. Hal ini membutuhkan pembuatan program
tambahan untuk dapat menjalankan query tersebut. Hal ini membutuhkan
waktu dan biaya tambahan sehingga dapat menurunkan efektifitas dari
sistem.
Dengan adanya kekurangan dari File-Based System, maka dibuatlah sistem
basisdata yang merupakan pendekatan baru yang dibutuhkan untuk mengatasi
kelemahan tersebut. Salah satu dari sistem basisdata adalah Database
dan Database Management System (DBMS).
Pengertian Database
Pengertian database menurut Thomas M. Connolly (2002, p14) adalah
kumpulan data yang saling berhubungan secara logical, dan keterangan
mengenai data itu, yang dibuat untuk menemukan informasi yang dibutuhkan
oleh sebuah organisasi. Database yang tunggal dapat digunakan oleh berbagai pengguna atau bagian dalam waktu yang bersamaan.
Menurut C. J. Date (2000, p10) database adalah kumpulan data persistent
yang digunakan oleh sistem aplikasi dari perusahaan tertentu. Persistent
maksudnya adalah sekali data telah diterima oleh DBMS untuk dimasukkan
ke dalam database, data tersebut hanya bisa dihapus dari database dengan
menggunakan permintaan eksplisit ke DBMS.
Sistem Basisdata adalah sistem penyimpanan rekaman atau record yang
terkomputerisasi di mana tujuan sebenarnya adalah menyimpan informasi
dan membuat informasi tersebut selalu tersedia pada saat dibutuhkan
Basis Data itu bisa digambarkan dalam kehidupan sehari-hari seperti saat
kita memiliki buku agenda yang isinya daftar kegiatan yang akan kita
lakukan dan kita tuliskan di agenda. Jadi kumpulan kegiatan-kegiatan
dalam agenda tersebut itu sepeti Basis Data dan masing-masing kegiatan
itu seperti Data. Jadi, bisa diartikan bahwa ;
1. BASIS DATA adalah kumpulan data yang saling berhubuangan / berkaitan
antara data yang satu dengan data yang lainnya yang disimpan dalam media
penyimpanan elektronik yang diorganisasikan sesuai struktur tertentu
dan disimpan dengan baik dengan konsep basis data pengaturan dan mudah
dalam pencarian.
a) Istilah-istilah Basis Data
Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
• Entititas
Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
Contoh pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
• Field
Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang
Contoh siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
• Record
Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
Contoh Kumpulan atribut NPM, Nama, dan jurusan berisikan “43214431”, Eka, Akuntansi Komputer.
• Data Value
Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut
disebut nilai data.
• Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,
tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
2. DBMS (Data Base Management System)
DBMS (Data Base Managent System) adalah suatu perangkat lunak yang
digunakan dalam pengaksesan database. Secara fungsi Data Base Management
System (DBMS) memiliki fasilitas pengintegarsian, penghubung, dan
memelihara basis data.
Jadi Data Base Management System (DBMS) : Seluruh peralatan computer
(Hardware+Software+Firmware). Data Base Management System (DBMS)
dilengkapi dengan bhs yang bertujuan pada data (High level data
language) yang kerap dimaksud juga untuk bhs generasi ke 4 (fourth
generation language).
a) Fungsi DBMS (Data Base Management System)
Macam-macam DBMS yang sangat populer seperti Oracle, Microsoft SQL
Server, MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, IBM DB2, dan masih banyak
lagi. Perangkat lunak komputer ini merupakan untuk pengolahan data dan
sebagai interface untuk memberikan kemudahan bagi seseorang dalam
melakukan manipulasi terhadap database.
DBMS memiliki 10 fungsi dalam membantu menjaga dan memelihara integritas data dalam suatu sistem.
• Menjaga Integritas Data
DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan
memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai
dengan data aslinya.
• Penyimpanan Data (Data Storage Management)
DBMS memiliki fungsi utama sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan
DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video
dan gambar. Pengguna tidak perlu mengetahui bagaimana data disimpan atau
dimanipulasi. DBMS telah memiliki prosedur dalam proses ini dan
memastikan data yang disimpan adalah sesuai dengan data yang dimasukkan.
• Kamus Data
DBMS memiliki fungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database
dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya. Ketika
sistem membutuhkan data dalam suatu database maka DBMS akan memberikan
kemudahan melalui SQL untuk mengakses dan mencari data tersebut.
Sehingga pengguna dapat dengan mudah menangani hal tersebut.
• Transformasi dan Penyajian Data
DBMS sebagai transformasi dan penyajian adalah setiap data yang masuk
sudah terorganisasi sesuai struktur dan format yang telah ditentukan,
sehingga DBMS dapat membedakan format data logical dan bentuk
physicalnya
• Keamanan Data
Karena DBMS dapat diakses oleh beberapa user DBMS memiliki peran yang
penting untuk menjaga database. DBMS yang bertugas yang mengatur apa
saja yang dapat dilakukan oleh user terhadap database.
• Memungkinkan Akses Beberapa User
DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah
database, hal ini akan lebih efisien dan dapat menempatkan user tertentu
sesuai dengan role dan fungsinya.
• Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery
DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery
sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang
dimiliki masing masing DBMS. Hal ini akan memudahkan pihak yang
berkepentingan ketika terjadi sesuatu pada databasenya seperti
kerusakan.
• Menyediakan bahsa akses dan pemograman
DBMS memiliki SQL yaitu DML DAN DDL yang berfungsi untuk melakukan
manipulasi dan membuat skema pada database dengan ini memudahkan dalam
mengambil, menghapus dan mengubah data yang ada didatabase dengan
menggunakan interface yang ada.
• Menyediakan interface untuk komunikasi
Karena dalam basisdata memiliki hubungan yang berkaitan satu sama lain,
jadi database harus ada interfacenya untuk menghubungkannya dan
memudahkan komunikasi antara database dengan tool lainnya seperti
browser.
• Manajemen Transaksi
DBMS memiliki pengaturab transaksi dan perintah antara DBA a yang
mengakses dengan data yang asa dalam DBMS agar berjalan sesuai perintah.
b) Komponen Data DBMS (Data Base Management System)
Satu DBMS (Data Base Management System) umumnya memiliki sebagian komponen fungsional (modul) seperti :
• File Manager, yang mengelola area dalam disk serta susunan data
yang digunakan untuk merepresentasikan info yang tersimpan dalam disk.
• Database Manager, yang sediakan interfaceantara data low-level yang
ada di basis data denganprogram aplikasi serta query yang didapatkan ke
system.
• Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query
language ke perintah low-level yang bisa dipahami oleh database manager.
• DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan
dalam suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bhs induk.
• DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam
sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini lalu disimpan
dalam kamus data.
c) Macam-Macam DBMS (Data Base Management System)
Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :
• MySQL
MySQL merupakan perangkat lunak system manajemen basis data SQL dengan
keuntungan multithread, multi-user. MySQL dimiliki dan disponsori oleh
sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. mendirikan MySQL AB
adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.
MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah
lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual
dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak
cocok dengan penggunaan GPL.
Kelebihan MySQL antara lain :
free (bebas didownload)
stabil dan tangguh
fleksibel dengan berbagai pemrograman
Security yang baik
dukungan dari banyak komunitas
kemudahan management databasemendukung transaksi
perkembangan software yang cukup cepat.
• Oracle
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk
mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi.
Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena
kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
Menangani manajemen space dan basis data yang besar
Mendukung akses data secara simultan
Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
Menjamin ketersediaan yang terkontrol
Lingkungan yang terreplikasi
Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun
banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle dibandingkan
dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak
kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya
sangat mahal.
• Firebirh
Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database
Management System) yang bersifat open source. Firebird (juga disebut
FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang
menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan
SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada
sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh
FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open
source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya
mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama-sama dikembangkan oleh
Borland.
Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh
Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang
dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai
produk Database Server yang FREE.
• Microsoft SQL server 2000
Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database
management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses
manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft
SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database
server.
• Visual Foxpro 6.0
Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi
dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak
kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro
memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro
berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman
prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman
berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk
berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat
membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio,
FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah
menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka
perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.
• Database Desktop Paradox
Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program
terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database
desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain
Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces,
db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah
satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7.
Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel,
berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file
database seperti pada Ms. Acces.
3. Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database)
Sistem basis data adalah kumpulan file dari beberapa data yang saling
berhubungan dan Data Base Management System (DBMS). Komponen tersebut
yaitu ;
• Perangkat Keras (Hardware)
Perangakat keras yang terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk.
• Sistem Operasi (Operasi System)
Program yang mengfungsikan sistem komputer yang melakukan oprasi-oprasi
dalam komputer dalam computer. Sistem operasi yang banyak digunakan
seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.
• Basis Data (Database)
Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperti file.
• Management System (DBMS)
Karena basis data meggunakan data elektonis jadi pengolahannya basisnya
pastinya menggunakan sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS.
• Pemakai (User)
Basis data akan bekerja bia ada yang menjalankannya, yang disebut User
(pengguna) dan User dapat berinteraksi dengan basis data menggunakan
bahasa pemograman.
• Aplikasi lain (Pendukung)
Aplikasi pendukung ini sebagai penunjang aplikasi pendukung untuk sistem basis data lebih bekerja maksimal.
• Network
Komputer yang dihubungka antara kabel dan computer sehingga computer satu dan yang lain dapat saling berkomunikasi.
Perbandingan Manajemen File SBD dan Manajemen File Tradisional
• Manajemen File SDB
Kelebihan :
a. Cepat dan mudah
Karena kemampuan dapat mengelompokan secara otomatis. Maka informasi akan lebih cepat dan mudah.
b. Dipakai secara bersamaan
Saat memerlukan data yang diperlukan lebih banyak tidak perlu dicatat satu persatu cukup dengan satu basis data.
c. Pemusatan control, data
Karena hanya memerlukan satu basis data, jadi pemusatan kontol data hanya pada satu tempat.
d. Efesiensi ruang penyimpanan (space)
Dengan basis data dapat mengelompokan dan setiap ada basis data yang
berbeda tidak perlu membuat basis data yang berbeda sehingga dapat
menghemat tempat penyimpanan.
e. Keakuratan (Accuracy)
Dengan aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara
data. Jadi dapat menekan keakuratan dalam pemasukan / penyimpanan data.
f. Keamanan (Security)
dengan dilengkapi nya dengan fasilitas manajemen pengguna (User)
deiberikan hak akses yang berbeda-beda sesuai pengguna dan posisinya.
g. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
Dengan adanya Basis data pembuat akan dengan mudah memanfaatkan kemampuan dari DBMS.
h. Pemakaian secara langsung
Dengan tool yang disediakan oleh DBMS maka memiliki fasilitas untuk
melihat data secara lansung yang biasanya menggunakan fasilitas ini
adalah user yang sudah ahli atau database administrator.
i. Kebebasan data (Data Independence)
Bila ada perubahan dalam basis data, perubahab ini hanya perlu dilakukan
dalam level DBMS tanpa harus membongkar kembali pogram aplikasinya.
j. User view
Basis data menyediakan pandangan yang berbeda sesuai yang kita butuhkan.
Tetapi tetap dengan pengamanan hak yang diberikan oleh DBMS kepada user
dalam mengaksesnya.
Kekurangan :
a. Lebih mahal
Basis data memerlukan sumber daya yang lebih tinggi dan juga dari segi perawatan.
b. Proses back up cukup memakan waktu
Dengan basis data yang mencangkup banyak file, maka jika dilakukan back up akan menghabiskan waktu.
c. Tedapat kerusakan pada 1 file yang lain maka tidak ada cadangan
Karena dalam basis data setiap data memiliki keterkatan / hubungan maka
kesalahan yang terjadi pada 1 file maka akan berpengaruh pada file yang
lain dan file tersebut tidak memiliki cadangan.
d. Sistem lebih rumit
Dengan sistem basis data yang sangat kompleks, sehingga tidak semua orang dapat menanganinnya.
• Manajemen file tradisional
Kelebihan :
a. Tersedianya cadangan file
Penyimpanan File secara tradisional masih menggunakan masing-masing
bagian dan tidak ada keterkaitan antra data yang satu dengan yang lain,
maka jika file satu sedang mengalami kerusakan file yang lain masih
tetap berjalan.
b. Biaya lebih murah
File tradisional tidak memerlukan banyak biaya apalagi biaya prawatan
karena penyimpanannya sederhana sehingga biayanya tidak terlalu murah
dan tidak perlu perawatan yang khusus.
Kekurangan :
a. Data rangkap / redudasi data
b. Data tidak konsisten / inkonsistensi data
c. Program oriented
d. Keamanan tidak terjamin.
Kemarin kita sudah mengetahui alasan-alasan tentang mengapa kok
sistem basis data. Banyak keuntungan yang telah kami paparkan pada
postingan minggu kemarin. Salah satunya kenapa menggunakan basis data
adalah karena memang memudahkan kita dalam mengolah data yang sangat
banyak, serta lebih efisien. Nah Pada kali ini kita akan belajara apa
saja sih yang ada di basis data, bagaimana sih sistem basis data itu
bekerja?
Kita akan bahas satu persatu karena kita belajar
basis data kita akan banyak berurusan dengan data dan informasi. data
adalah sebuah kumpulan kode yang masih mentah dan belum dapat dipahami,
sedangkan dengan informasi kumpulan data yang sudah diolah dan dapat di
pahami.
Sistem basis data merupakan konfigurasi dari beberapa aspek yang terintegrasi dalam suatu lingkungan yang disebut dengan
lingkungan basis data.lingkungan basis data mencakup beberapa hal yaitu :
- Arsitektur sistem basis
- Komponen sistem basis data
- Database management system
- Language/ bahasa basis data
-
Arsitektur
Arsitektur dari sistem basis data merupakan bentuk
dari konfigurasi dari sistem-sistem yang terintegrasi. Struktur dari
sistem basis data yang telah kita buat akan mempengaruhi bagaimana user
berinteraksi dengan sistem.
Ada beberapa tipe arsitektur sistem basis data, yaitu :
- Sisem Terpusat : Sistem ini memungkinkan data pada basis data
diakses lebih dari satu orang dapat dikatakan mendukung untuk
multiuser. Sistem ini memiliki sebuah server dan beberapa terminal. Jadi
user hanya dapat mengakses dari terminal tersebut.kelemahannya adalah
beban server menjadi berat, karena semua apliikasi diletakkan diserver.
Jika terjadi overload maka kerja server akan lebih berat dan
menghabiskan memori yang lebih besar untuk melakukan aktivitas ini.
- Sistem Standalone : Merupakan sistem tunggal yakni hanya ada
satu user yang dapat, pada sistem ini aplikasi dan basisdatanya disimpan
pada komputer yang sama, sistem ini adalah sistem yang paling sederhana
dari sistem yang lain.
- Sistem client-server : Sistem ini hampir sama dengan sistem
terpusat. Namun agak berbeda aplikasi dan basis data ditempatkan pada
tempat yang berbeda, sehingga kerja serever tidak terlalu berat. Di
server hanya terdapat basis data, aplikasinya berada dipihak client.
Karena menggunakan sistem client bukan terminal makan lalulintas untuk
transfer data akan sedikit lebih efisien dibandingkan dengan terminal.
dengan sistem ini berbagai user dapat mengakses tanpa harus melalui
terminal tersebut. Client berusaha untuk memproses data dengan
sendirinya. Jika terdapat suatu proses yang melibatkna data yang
tersimpan pada sistem basis dat maka client akan mengirim request ke
server untuk kemusian diberikan data tersebut.
-
Komponen Sistem Basis data
Ada beberapa komponen basis data disini :
- Data adalah integrasi data atau berkas yang ada pada
basis data saling terkait. serta dapat dibagi artinya dapat dipakai oleh
sejumlah pengguna dalam waktu yang bersamaan.
- Hardware merupakan perangkat keras komputer beserta
komponen-komponen yang terintegrasi pada komputer meliputi memori, cpu,
storage. hardware ini adalah yang menjadi media dalam membuat sistem
basis data.
- Software merupakan perangkat lunak yang menjadi interface antara pengguna dan sistem basis data. Software disini ada 3 kategori :
- Sistem operasi digunakan untuk melakukan interaksi pengguna dengan
sistem basis data dan sistem komputer. Contohnya Windows, Machintos,
Linux dll.
- DBMS (database management system) inilah yang digunakan untuk
jembatan/ interface antara user dengan sistem basis data. Melalui DBMS
ini user dapat melakukan pengaturan, konfigurasi sistem basis
datanya.Contohnya dari DBMS adalah MySQL, Oracle, Ms Access, Microsoft
SQL Server, XBase dll.
- Program Aplikasi merupakan aplikasi tambahan untuk memudahkan user untuk mengatur sistem yang telah mereka buat.
- User merupakan orang siapapun orangnya yang dapat
mengakses dan melakukan manipulasi sistem basis data. User basis data
dibedakan menjadi beberapa kategori berikut:
- Database Administrator (DBA) : Seorang ahli dalam
mengembangkan, menyediakan dan mengamankan sistem basis data. Bertugas
mengawasi secara keseluruhan dari aktivitas sistem basis data. Berikut
adalah beberapa tugas dari seorang administrator :
- perencanaan basis data : mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan data yang dibutuhkan oleh seorang manajer bisnis.
- implementasi basis dara : pembuatan sistem basis data mulai dari
membuat tabel tabel data, index, membuat sistem penyimpanan dll.
- operasi basis data : menyediakan operasi-operasi yang dibutuhkan.
- Sistem keamanan : mengamankan data yang tersimpan dalam sistem
- Programer : seorang ahli yang memiliki kemampuan berinteraksi
dan melakukan manipulasi sistem dengan menggunakan bahasa query atau
yang disebut dengan data manipulation language (DML)
- End User : pengguna akhir pengguna yang hanya mengakses data
yang telah di sediakan oleh seorang admin dan programer. End user tidak
mau tau bagaimana sistem dibuat dan di maintanence.
DBMS (Database Management System)
Yang lebih familiar disebut dengan DBMS, merupakan
perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola basis data, melalui
perangkat lunak ini kita juga dapat melakukan kontrol, membuat,
memelihara dan mengakses basis data secara efektif dan efisien. Intinya
DBMS adalah menjembatani user untuk berhubungan langsung dengan basis
data. Layanan yang disediakan oleh DBMS :
- Data sharing : data yang ada dapat digunakan bersama-sama
oleh beberapa user Dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dapat dilakukan
karena DBMS memiliki layanan Multi User. Dengan fitur ini user dapat
melakukan manipulasi data secara bersama-sama dengan user lain sehingga
pekerjaan akan lebih cepat.
- Integritas data : Memudahkan untuk mengontrol dan meminimalisir duplikasi data.
- Independensi : Data bersifat independen artinya tidak tergantung dengan suatu program tertentu.
- Keamanan/ Security : Kita dapat mengatur siapa saja yang
boleh mengakses data, apa saja yang dapat diakses oleh user. Sehingga
data-data dapat teratur dan terjaga kerahasiaannya oleh orang-orang
tertentu.
- Backup and Recovery :
Fitur ini sangat penting jikalau terjadi masalah sistem dan data secara
tidak sengaja terhapus oleh sistem karena kegagalan akses. Fitur ini
dapat memulihkan basis data dengan cara membuat cadangan data yang
penting.
- Data Dictionary :
Merupakan suatu kumpulan dari data yang berisi definisi-definis dari
data yang tersimpan di basis data. fitur ini digunakan untuk memelihara
definisi-definisi data secara rinci pada sistem basis data.
Bahasa Basis Data
Untuk berinteraksi dengan DBMS, kita menggunakan
suatu bahasa yang disebut dengan bahasa basis data, salah satu bahasa
basis data adalah bahasa query. Dengan bahasa query ini kita dapat
melakukan manipulasi data, membuat tabel dll. contoh bahas query yang
sedang umum digunakan adalah SQL (Structure Query Language), Dbase dll.
Bahasa ini dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Data Definition Language (DDL)
Merupakan bahasa basis data yang berfungsi untuk mendefinisikan atau
membuat struktur basis data. Misalnya untuk membuat sebuah database,
mengaktifkan database, login server, membuat table, membuat field dll.
DDl digunakan untuk maintanance database. contoh keywordnya adalah
create digunakan untuk membuat objek baru, alter digunakan untu
modifikasi objek.
- Data Manipulation Language (DML)
Merupakan bahasa yang digunakan untuk melakukan manipulasi data dari
basis data, seperti memasukkan data, menghapus data, menampilkan data
atau mengubah data dll. contohnya insert into, update, delete.
Bahasa manipulasi data (data manipulation language) dibagi menjadi dua, yaitu :
- Prosedural : user menentukan data mana yang diinginkan, user
juga menentukan algoritmanya bagaimana cara mendapatkannya. Artinya user
menggunakan algoritma tertentu dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi
untuk membantu mengambil data dari basis data.
- non-prosedural : user menentukan data mana yang diinginkan tanpa menentukan bagaimana cara untuk mendapatkannya.
Perkembangan Database di Era Globalisasi
Perkembangan Database di Era Globalisasi
Perkembangan database di Era Globalisasi sangatlah berpengaruh dalam
kehidupan manusia. Saat ini database berkembang sangat pesat. Banyak
bentuk-bentuk yang dulu hanya mempunyai teknologi sebagai tempat
penyimpanan data yang terdiri dari dari field, record, dan diolah serta
ditampilkan menjadi informasi dalam berbagai format tampilan yang
sederhana tersebut maka didapatkan suatu metoda untuk menampilkan suatu
database yang berguna untuk menganalisa data untuk suatu keperluan
tertentu. Database berupa kumpulan - kumpulan informasi yang di simpan
di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan
suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari Database
tersebut. Prinsip utama database adalah pengaturan data dengan tujuan
utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali.
Istilah database mengacu pada koleksi dari data – data yang saling
berhubungan dan perangkat lunaknya mengacu pada system manajemen
database. Seringkali database digunakan oleh administrator dan
programmer dalam perkembangan ilmu informasi karena database dapat
mengantisipasi kebutuhan guna menganalisa data secara cepat untuk
membantu mendapatkan keputusan dalam suatu aplikasi atau organisasi.
Konsep dasar dari database berupa kumpulan dari catatan- catatan atau
potongan – potongan dari berbagai pengetahuan. Catatan – catatan yang
mirip dengan database sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industry
yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi, dan kumpulan data yang
berhubungan dengan bisnis. Adapun ciri – ciri database, diantaranya:
1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran, dan ketepatan
2. Data dalam jumlah besar.
3. Berbagi Pakai (dipakai bersama sama/Sharebility).
4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidakkonsistenan data.
Dalam pengembangan database di perusahaan, Data sub language adalah
subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen database. Secara
umum, maka setiap pengguna database memerlukan bahasa yang dipakai
sesuai tugas dan fungsinya. Dalam database secara umum dikenal 2 data
sub language :
1. Data Definition Language (DDL), Bahasa yang digunakan dalam
mendefinisikan struktur atau kerangka dari database, di dalamnya
termasuk record, elemen data, kunci elemen, dan relasinya
2. Data Manipulation Language (DML), Bahasa yang digunakan untuk
menjabarkan pemrosesan dari database,fasilitas ini diperlukan untuk
memasukkan, mengambil, mengubah data. DML dipakai untuk operasi terhadap
isi database Ada 2 jenis DML :
a. Procedural DML, digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.
b. Non Procedural, digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.
Software - Software Terbaru yang Mendukung Database
Perangkat lunak database yang banyak digunakan dalam pemrograman dan merupakan perangkat database aras tinggi (high level):
• Db2
• Microsoft SQL Server
• Oracle
• Sybase
• Interbase
• XBase
• Firebird
• MySQL
• PostgreSQL
• Microsoft Access
• dBase III
• Paradox
• FoxPro
• Visual FoxPro
• Arago
• Force
• Recital
• dbFast
• dbXL
• Quicksilver
• Clipper
• FlagShip
• Harbour
• Visual dBase
• Lotus Smart Suite Approach
Selain perangkat lunak di atas, terdapat juga perangkat lunak pemrograman database aras rendah (low level), diantaranya:
• Btrieve
• Tsunami Record Manager
• Record didalam database diartikan sebagai kumpulan identitas dari
suatu objek. Kumpulan dari beberapa fiaeld tentang satu objek. Misalnya
database tentang mobil, masing masing mobilmemiliki satu record yang
datanya di simpan didalam berbagai field. Record dapat disingkat “R”,
kumpulan identitas dari suatu objek, kumpulan dari beberapa field tntang
satu objek.
• File adalah arsip yang disimpan dalam suatu media yang terdiri dari
kumpulan karakter –karakter dan didokumentasikan dalam bentuk data
digital oleh computer.
• Field dalam database diartikan sebagai identitas spesifik dari sebuah objek. Adapun istiah – istilahnya :
1. Field Length : Panjang dari suatu field, jumlah karakter atau bit yang dapat dimuat dalam sebuah field.
2. Field Engineer : Sebutan bagi teknisi yang dikirimkan perusahaan komputer untuk memperbaiki hardware.
3. Field Replaceable Unit : Komponen perangkat keras yang mampu diambil dan dipindah tempat (onsite).
4. Field Programmable Gate Array ( FPGA ) : Salah satu CPU untuk keperluan khusus.
5. Field Programmable Logic Array : Array logika yang terkait dengan
gate logika yang dapat di program kembali sebagai satu kesatuan.
Lingkungan Database di Era Globalisasi
Lingkungan Database terdapat 3 tingkat dalam arsitektur, yang bertujuan
membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan
basis data secara fisik. 3 tingkatan arsitektur basis data :
1. Tingkat Eksternal (External Level). Tingkat eksternal merupakan cara
pandang pemakai terhadap database. Pada tingkat ini menggambarkan bagian
database yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Tingkat eksternal
terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari sebuah database.
Masing-masing pemakai mempresentasikan dalam bentuk yang sudah
dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas,
atribut, dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan saja.
Contoh : view dari mahasiswa, view dari mata kuliah.
2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level). Tingkat konseptual merupakan
kumpulan cara pandang terhadap database. Pada tingkat ini menggambarkan
data yang disimpan dalam database dan hubungan antara datanya. Hal-hal
yang digambarkan dalam tingkat konseptual adalah :
a. semua entitas beserta atribut dan hubungannya.
b.batasan data.
c. informasi tentang data.
d. keamanan dan integritas informasi.
Semua cara pandang pada tingkat eksternal berupa data yang dibutuhkan
oleh pemakai harus sudah tercakup di dalam tingkat konseptual atau dapat
diturunkan dari data yang ada. Deskripsi data dari entitas pada tingkat
ini hanya terdiri dari jenis data dan besarnya atribut tanpa
memperhatikan besarnya penyimpanan dalam ukuran byte. Contoh : entity,
relationship, tipe data dan constraint.
3. Tingkat Internal (Internal Level). Tingkat internal merupakan
perwujudan database dalam komputer. Pada tingkat ini menggambarkan
bagaimana database disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang
berkaitan erat dengan tempat penyimpanan/physical storage. Tingkat
internal memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
b. Deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen Contoh :
organisasi file secara sequential, raltive atau index sequential.
penempatan record.
penempatan data dan teknik encryption.
- Peranan database dan DBMS dalam bidang psikologi
DBMS
merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang
“sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat
tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak
user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan
pihak-pihak yang tidak berwenang.
Banyak
program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper,
Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam
skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS
yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan
lain-lain.
Database merupakan
salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis
dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang
akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari
masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai
dengan tugas dan fungsinya. Contohnya :
a. Seorang psikolog
yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki permasalahan yang
berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula. Sebagai profesi pasti
memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat dilanggar, begitu pun
psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode etik nya adalah
menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam database
membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti yang telah
dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah keamanan data
terjamin, mengurangi kerangkapan data.
b.
Tes kepribadian yang terdapat di jejaring sosial
seperti facebook. Misalnya seorang
psikolog yang membuat tes kepribadian melalui facebook. Dia membuat
pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu sebelum tes tersebut di publish ke facebook. Dia membbuat data tersebut
dalam sistem database, contohnya
sebuah pertanyaan mengenai pilhan warna. Setiap warna memiliki arti yang
berbeda yang menggambarkan kepribadian. Dia memasukkan data mengenai berbagai
macam warna beserta gamabran kepribadian berdasarkan warna tersebut. Jika sudah
semua data dimasukkan dalam sistem database dan DBMS kemudian di publish ke
jejaring sosial. Jika seseorang mencoba tes kerpibadian tersebut dantelah
memilih jawaban dari salah satu warna, maka data yang di dalam databse akan
terpanggil dan akan muncul hasilnya yakni gambaran kepribadian dari warna ynag
telah dipilih oleh orang tersebut